Basarnas Kendari Mencari Nelayan Hilang di Perairan Buton Selatan

Kendari – Tim pencairan dan pertolongan Basarnas Kendari, melakukan pencarian terhadap seorang nelayan bernama La Ode Saharudin (37) yang dilaporkan hilang di Perairan Pulau Bahari, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi di Kendari, Rabu, mengatakan pihaknya menerima laporan hilangnya korban pada pukul 12.50 Wita dari seorang bernama Randi yang melaporkan bahwa korban hilang sejak Selasa (11/5) pukul 18.00 Wita.

“Pada pukul 12.50 Wita kami menerima informasi dari Bapa Randi melaporkan bahwa pada 11 Mei 2021 pukul 18.00 Wita satu buah kapal dengan person on board (POB) satu orang belum kembali dari melaut di sekitar perairan Pulau Bahari,” kata Aris melalui rilis Basarnas Kendari.

Pihaknya menduga perahu korban mengalami mati mesin dimana perkiraan lokasi korban mencari ikan sekitar 13 mil laut dari Pulau Bahari.

Ia menuturkan, telah dilakukan pencarian oleh nelayan setempat, namun hingga pihaknya menerima informasi kejadian itu, korban yang berasal dari Dusun Wapulaka, Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan itu belum ditemukan.

Sehingga berdasarkan laporan tersebut, maka pada pukul 13.10 Wita tim penyelamat dari Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju lokasi kejadian kecelakaan (LKK) dengan menggunakan RIB untuk memberikan bantuan SAR.

“Kondisi cuaca cerah, arah angin barat daya. Kecepatan angin 2 – 20 knots,” ujar dia.Sebelumnya pihak Basarnas Kendari juga telah meminta kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar LKK untuk memberikan bantuan SAR apabila menemukan keberadaan kapal dan korban.

Diketahui, pada 11 Mei 2021 pukul 04.50 Wita korban yang berprofesi sebagai nelayan turun melaut dengan menggunakan perahu ketintingnya (perahu tradisional nelayan) tanpa membawa alat komunikasi (telepon genggam).

“Biasanya korban akan pulang melaut sekitar pukul 11.00 Wita, namun sampai saat ini korban belum kembali. Diperkirakan lokasi korban mencari ikan kurang lebih 13 mil laut dari Pantai Desa Bahari,” kata Aris menambahkan. pakaian dan kebutuhan lainnya untuk persiapan lebaran mulai dari pagi hingga larut malam Lebaran.
“Sudah setiap tahun jelang Lebaran pusat perbelanjaan seperti pasar regional ini selalu ramai dikunjungi masyarakat,
pengunjung datang membeli busana muslim, dan berbagai pakaian mulai dari anak-anak remaja sampai orang tua
diminati untuk mereka gunakan pada saat Lebaran,” katanya.
Dia mengatakan, pengunjung yang datang hingga larut malam memenuhi kebutuhannya dan akan semakin padat nantinya
pada saat sehari jelang Lebaran seperti pada tahun sebelumnya.
Menurut dia, pembeli yang datang mencapai ratusan orang, naik hingga 300 persen dibandingkan hari biasanya yang
jumlahnya hanya puluhan orang kondisi apalagi Mamuju sudah semakin ramai seiring telah menjadi ibukota Provinsi
Sulbar.
“Pedagang dapat untung 10 kali lipat dibandingkan hari biasa karena tingginya pembeli jelang lebaran ini,” katanya.
Sementara itu pusat perbelanjaan di Mamuju buka hingga pukul 24.00 wita dan karyawannya harus lembur karena banyak
pembeli.
Begitu juga pusat perbelanjaan Matahari Mamuju juga dipadati pengunjung, karena terdapat diskon 20 persen dipusat
perbelanjaan tersebut.
Meskipun Mall matahari Mamuju hanya menempati rumah toko setelah Mall Mamuju yang ditempati sebelumnya telah
dirusak gempa namun pengunjung tepat padat berbelanja pakaian lebaran.
“Masyarakat yang datang membeli berasal dari seluruh penjuru Kota Mamuju, untuk membeli kebutuhan seperti busana
muslim dan pakaian baru untuk digunakan menghadapi lebaran,” kata Rahmat salah seorang pembeli.