Kendari – Rencana pemerintah memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), berdampak positif terhadap daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) dari sisi kebutuhan berbagai infrastruktur.
“Pemindahan Ibu Kota Negara selain mendorong investasi di provinsi itu, juga berdampak bagi daerah lainnya dan masyarakat Propinsi Sultra,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Sultra Aksan Jaya Putra di Kendari, Jumat.
Menurut politisi Golkar yang lebih dikenal dengan AIP itu, dampak yang lebih utama lagi pemindahan IKN yakni akan menciptakan investasi yang lebih luas pada wilayah lain serta meningkatkan output beberapa sektor non-tradisional terutama sektor jasa.
Menurutnya, pemindahan ibu kota ke lokasi baru di luar Jawa tidak akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian nasional. Justru efek positif tersebut disebabkan adanya penggunaan dari sumber daya potensial yang selama ini masih belum termanfaatkan.
Khusus bagi Sultra dengan pemindahan IKN, efek domino-nya adalah yakni material-material pembangunan gedung pemerintahan, perkantoran maupun infrastruktur lainnya yang dipasok dari ‘bumi anoa’ Sultra.
“Ketika pembangunan terjadi di ibu kota negara yang baru, materialnya pasti dari Sulawesi Tenggara yang dibutuhkan, ini salah satu efek domino yang dirasakan,” kata AJP.
Ia juga mengungkapkan sisi lain terhadap pemindahan IKN cukup jelas diatur dalam undang-undang.
“Dari sisi lain saya kira undang-undangnya sudah cukup jelas bahwa ada rencana pemindahan ibu kota negara, pemerintah pusat pun pasti akan bertahap melakukan pembangunan di sana,” jelasnya.(Ant)





