Kendari – Satuan Tugas Kewaspadaan COVID-19 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mencatat total kasus aktif COVID-19 di daerah tersebut saat ini 148 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kendari Rahminingrum melalui telepon di Kendari, Kamis (10/3), mengatakan kasus aktif COVID-19 di daerah tersebut saat ini didominasi tanpa gejala sehingga banyak menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
“Sampai hari ini total kasus aktif di Kendari tersisa 148 orang, dengan rincian 54 dirawat di rumah sakit dan sisanya isolasi mandiri di rumah masing-masing karena tanpa gejala,” katanya.
Saat ini perkembangan kasus COVID-19 di Kendari berada pada tren kasus sembuh yang signifikan sejak awal Maret 2022, di mana pada Februari angka kasus aktif mencapai 1.000 lebih.
“Memang angka kasus aktif sempat 1.039 dari 1.543 total kasus pada 23 Februari 2022, tetapi belum sebulan alhamdulillah kasus aktif kita sudah hampir sembuh semua, tersisa 148 saat ini,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga situasi ini dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan utamanya memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan termasuk mengikuti vaksinasi hingga dosis lengkap.
“Sekali lagi kami sampaikan, tidak ada cara lain meminimalisir penyebaran COVID-19 ini selain protokol kesehatan dan vaksinasi,” ujar Rahminingrum.
Sebelumnya, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengajak seluruh pihak agar terus menjaga protokol kesehatan dengan ketat agar daerah itu bisa secara keseluruhan masuk zona hijau saat memasuki Ramadhan 2022.
“Kalau kita terus tingkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan seperti ini, mudah-mudahan masuk Bulan Suci Ramadhan nanti sudah bisa kembali ke zona hijau dan masyarakat bisa kembali beraktivitas,” katanya.
Menurut dia, penting menerapkan protokol kesehatan utamanya memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan saat melakukan aktifitas sehari-hari sehingga level penerapan PPKM di daerah itu pun bisa turun ke level 1 di mana saat ini masih berada di level 3.
“Semoga kita bisa kembali turun ke level 1 PPKM dan supaya tidak lagi seperti dua tahun sebelumnya kita berpuasa dan berlebaran dalam situasi yang tidak seperti biasanya,” ujar dia.
Ia mengajak seluruh warganya mengikuti vaksinasi dan bagi yang sudah melakukan vaksinasi agar melengkapi hingga dosis penguat sehingga terbentuk kekebalan komunal dari COVID-19 dan varian Omicron.(Ant)





