Sebanyak 8.059 Orang Dari 265.147 Target Sasaran Penerima Dosis Penguat di Kendari

Kendari – Dinas Kesehatan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menyebut penerima dosis penguat atau booster di daerah itu mencapai 8.059 orang dari 265.147 target sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kendari Rahminingrum di Kendari, Kamis mengatakan, penerima vaksinasi dosis penguat telah diberikan bagi tenaga kesehatan, pelayan publik, lanjut usia serta masyarakat umum dan rentan.

“Cakupan vaksinasi booster di Kendari sudah mencapai 8.059 orang atau 3,51 persen dari target sasaran,” katanya.

Sementara cakupan vaksinasi dosis pertama di ibu kota provinsi ini telah mencapai 253.152 atau 95,48 persen dan 168.242 atau 63,45 persen dari sasaran.

Dinas Kesehatan terus menggenjot vaksinasi di semua layanan publik guna meningkatkan imun tubuh masyarakat sehingga terbentuk ketahanan komunal dari COVID-19 dan varian baru omicron.

Rahminingrum merinci cakupan vaksinasi per kelompok di antaranya tenaga kesehatan dosis pertama mencapai 5.778 orang (139,2 persen), dosis kedua 5.343 orang (128,72 persen), dosis penguat atau booster sebanyak 3.584 orang (86,34 persen) dari 4.151 sasaran.

Penerima dosis pertama bagi petugas publik mencapai 51.478 orang atau 136,15 persen dan dosis kedua telah dilakukan kepada 37.818 orang atau 100,02 persen, dosis penguat 2.944 atau 7,79 persen dari 37.810 sasaran.

Cakupan vaksinasi dosis pertama kepada kelompok lanjut usia tercatat 9.014 atau 52,9 persen, dosis kedua 6.944 atau 40,75 persen, booster 496 atau 2,91 persen dari 17.040 sasaran.

Selanjutnya, penerima dosis pertama bagi masyarakat umum dan rentan sebanyak 141.504 atau 83,04 persen dan 91.591 atau 53,75 persen, dan 1.035 atau 0,61 dari 170.409 sasaran.

“Kemudian, cukupan vaksinasi dosis pertama bagi remaja mencapai 37.742 atau 105,61 persen dan 26.165 atau 73,22 persen dosis kedua dan 35.737 sasaran,” jelasnya.

Rahminingrum meminta kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi agar datang ke pusat layanan vaksinasi agar dapat memiliki kekebalan tubuh sebagai upaya mencegah risiko terinfeksi COVID-19.

“Meski sudah vaksinasi tetap disiplin protokol kesehatan pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan, karena vaksinasi dan protokol kesehatan ini yang harus dilakukan untuk mencegah COVID-19 dan omicron,” kata Rahminingrum.(Ant)